Dewan Apresiasi Kesigapan PUPR Wajo Sikapi Penanganan Infrastruktur yang Rusak

Sejumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Wajo meninjau akses jembatan yang terancam ambruk di Kecamatan Belawa. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Jembatan beton terancam ambruk di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo telah direspon pemerintah. Dewan mengapresiasi kesigapan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Wajo, Taqwa Gaffar mengapresiasi kesigapan Dinas PUPRP Wajo dalam menyikapi kerusakan pada infrastruktur fisik akibat dampak banjir kali ini.

Taqwa berharap, pihak PUPR untuk lebih aktif turun meninjau 10 dari 14 kecamatan terdampak banjir tahun ini.

“Biasanya pasca banjir, baru terlihat fisik yang rusak. Seperti jalan sudah terendam banjir dua bulan, perlu ditinjau langsung, daripada menunggu laporan warga,” ujar Taqwa kemarin.

Sebab, menurut legislator dari Fraksi Nasdem ini. Infrastruktur jalan dan jembatan merupakan akses penting, dalam menunjang sektor lain. Misalnya, hasil pertanian.

“Di Belawa itu banyak lahan pertanian. Kalau aksesnya rusak, nilai hasil panen turun,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Wajo, Andi Pameneri mengaku, sudah turun mensurvei akses yang menghubungkan Desa Ongko’e – Kelurahan Malakke itu. Terputus jalan, bisa berdampak pada jembatan.

“Tiangnya hilang satu. Kalau terus-menerus di lewati dengan beban berat, jembatan bisa roboh. Kami sudah meminta agar jalan itu ditutup sementara,” jelasnya.

Berdasarkan tinjauan di lokasi. Kerusakannya tersebut membutuhkan penanganan serius. Anggaran besar akan dialokasikan pada APBD pokok 2021 mendatang. Estimasinya hingga ratusan juta.

Komentar

Loading...