Pemkot Ancam Tutup Hotel Jika Masih Gelar Pesta Pernikahan

Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas COVID-19 Makassar, M Sabri.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pesta pernikahan sudah ramai digelar di hotel meski Pandemi Covid 19 masih merebak. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berjanji menutup hotel yang nekat gelar resepsi pernikahan.

Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas COVID-19 Makassar, M Sabri menegaskan, Pemkot Belum pernah mengeluarkan surat resmi terkait izin menggelar pesta pernikahan di hotel. Begitupun dengan tempat hiburan malam (THM).

“Saya tegaskan tidak ada dan belum ada izin sampai detik ini dari ketua gugus tugas untuk membuka THM karaoke dan sebagainya. Apalagi yang mana tempat pijat, begitu juga tempat resepsi pernikahan sampai belum pernah ada izin yang dikeluarkan,” ujarnya, Senin (10/8/2020).

Jika ada yang bandel, kata Sabri, maka hal itu merupakan tindakan yang ilegal karena belum mengantongi izin. Bukan hanya itu, pihaknya akan menutup usaha sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Kalau tidak (tutup) maka mohon maaf, kami akan dengan tegas yang bergerak di satuan gugus tugas Covid Kota Makassar untuk melakukan tindakan penutupan tempat yang dimaksud setelah diberikan surat peringatan,” tegasnya.

“Itu ilegal. Saya nyatakan mulai hari ini untuk segera Dinas Pariwisata, DM- PTSP, serta satpol PP untuk segera memberikan peringatan kepada pengusaha yang bergerak di bidang usaha hotel, agar dihentikan kegiatan itu (resepsi),” katanya melanjutkan.

Sabri menuturkan, jangan sampai penyebaran virus covid 19 kembali melonjak akibat dibukanya THM dan resepsi pernikahan yang bisa mengundang orang banyak. Di mana hal tersebut tidak mendukung protokol kesehatan jaga jarak.

“Jangan sampai ada Kluster baru dan serangan kedua covid. Dan juga kerja kerja kita dalam menurunkan angka pertumbuhan menjadi sia sia akibat terjadi pelonggaran,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya pemberitahuan mengenai belum dizinkannya untuk beroperasi THM dan resepsi pernikahan di hotel dapat dipatuhi oleh pengusaha. Hingga gugus tugas Covid Kota Makassar mengeluarkan surat resmi izin kembali beroperasi.

“Menyampaikan dengan hormat kepada seluruh pelenggara atau pengusaha yang telah membuka tetapi belum mendapat surat resmi agar menutup kembali sampai adanya surat resmi dari gugus tugas,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, Rusmayani Madjid menyampaikan secara tegas bahwa pihak penyelenggara pernikahan di Hotel bisa terancam sanksi jika tetap menyelenggarakan pesta pernikahan di hotel.

“Bisa dikenakan sanksi, bahkan sanksi berat itu bisa kita kenakan. Itu ada di Perwali 36,” tegas Maya saat ditemui.

Maya membantah adanya perizinan yang dikeluarkan pihaknya. Dirinya menyatakan tak pernah mengeluarkan izin secara resmi memperbolehkan acara pernikahan digelar di hotel. Menurut Maya, pihaknya menunggu izin PJ Walikota Makassar.

“Kita belum izinkan itu, karena memang Pak Wali belum mengeluarkan izinnya secara resmi,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihaknya tak pernah bertanggung jawab terkait izin pernikahan di hotel tersebut. Lebih lanjut, Maya mengatakan tak ingin sepihak untuk masalah perizinan.

“Kalau saya sendiri menegaskan kita harus kerja sama lah untuk ini, harus berkoordinasi,” tutur Maya

Maya sendiri mempertanyakan komitmen para penyelenggara pesta pernikahan di hotel bersama Pemerintah Kota Makassar untuk mengentaskan persoalan pandemi ini.

“Yang jelas Dispar dan Pak wali belum keluarkan izin. Kita sudah audiensi bersama PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) beberapa waktu lalu, kan belum diizinkan kalau wedding di hotel” terangnya

Saat ini, Maya menyebutkan bahwa yang belum boleh diizinkan pihaknya untuk beroperasi kembali yakni pesta pernikahan di hotel, THM, panti pijat bahkan bioskop. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut masih berpotensi penyebaran Covid-19 secara luas.

“Kita minta sabarlah, jangan terburu-buru. Kita susun dulu bagaimana teknis protokol kesehatannya sambil menunggu kasus melandai,” tandasnya. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar