Respons PA 212 Terkait Kekerasan Kaum Intoleran di Solo, Diduga Ada Indikasi Gesekan Wahabi dan Syiah

Juru Bicara PA 212 Habib Novel Bamukmin, Senin (18/5).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin turut menyoroti peristiwa penyerangan kediaman Habib Umar Asegaf yang kala itu mengadakan acara midodareni jelang pernikahan anaknya di kawasan Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Menurut anak buah Habib Rizieq itu, ada indikasi penyebab penyerangan kepada rumah Habib Umar itu karena diduga adanya gesekan antara Wahabi dan Syiah.

“(Penyebabnya diduga) ada indikasi antara wahabi dan syiah,” kata Novel saat diubungi Pojoksatu.id, Selasa (11/8/2020).

Namun Novel tak mau berkomentar banyak perihal kejadian tersebut. Pasalnya, ia masih menunggu rilis resmi dari teman-teman tim FPI dan organisasi islam lainnya. “(Jelasnya), nanti aja klo ada rilis resmi,” ungkapnya.

Sebelumnya, kasus penyerangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok laskar di rumah Habib Umar Asegaf, tepatnya rumah keluarga almarhum habib Segaf bin Jufri. Kejadian itu terjadi di Jalan Cempaka nomor 81, Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Kasus itu berawal saat sekelompok orang berbusana muslim mendatangi sebuah acara keluarga Habib Umar Assegaf di Solo.

Mereka memaksa tuan rumah agar membubarkan acara tersebut. Massa yang disebut Kelompok Laskar itu juga merusak sejumlah mobil dan memukuli beberapa anggota keluarga almarhum Habib Segaf.

Saat itu keluarga almarhum Habib Segaf Al-Jufri menggelar acara midodareni atau doa pada malam sebelum akad nikah.

Tiba-tiba ratusan massa yang datang mempertanyakan kegiatan di dalam rumah. Mereka curiga tuan rumah menyelenggarakan acara keagamaan. Sambil bertakbir, massa juga berteriak “bubar, kafir” serta “Syiah bukan Islam, Syiah musuh Islam, darah kalian halal, bunuh”.

Tak butuh waktu lama, Polresta Surakarta dibantu Polda Jateng telah berhasil menangkap dua pelaku pengeroyokan di Habib Umar Assegaf dan keluarganya saat acara midodareni.

“Pelaku diduga berjumlah puluhan orang, saat ini baru tertangkap dua orang,” kata Kapolresta Surakarta, Kombes Andy Rifai di Mapolresta Surakarta, Senin (10/8/2020). (fir/pojoksatu/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...