Ibas Ungkap Kondisi Ekonomi di Zaman SBY, Teddy Gusnaidi: Dia Sedang Berhalusinasi

Rabu, 12 Agustus 2020 10:51

Teddy Gusnaidi. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) soal kondisi ekonomi saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih jadi perbincangan.

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi ikut menanggapi polemik tersebut. Hal ini diungkapkan dalam unggahan di akun Twitternya, Rabu (12/8/2020).

“Jangan bully ibas saat dia sedang berhalusinasi, karena setiap orang berhak untuk berhalusinasi. Tapi halunya jangan kelamaan juga, kalau kelamaan, itu kerjaan orang mabok,” tulis Teddy.

Sebelumnya, dalam acara Fraksi Demokrat dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Komplek Parlemen, pekan lalu, Ibas selaku tuan rumah menyampaikan pidato politik di hadapan peserta yang hadir.

Banyak poin yang disampaikan Ibas. Pertama, dia menyinggung soal tantangan berat yang dihadapi Indonesia saat ini. Mulai dari pandemi Covid-19, ekonomi, pembangunan, kesejahteraan, penegakan hukum, demokrasi, dan hak-hak sipil.

Ditambah lagi, pembahasan regulasi yang belum rampung seperti RUU HIP atau yang sekarang diubah menjadi BPIP dan RUU Cipta Kerja, isu-isu RUU Pemilu serta RUU Pilkada. Kata Ibas, isu-isu itu menarik untuk dicermati ke depan.

“Rakyat perlu kepastian, kepercayaan dan keyakinan. Rakyat perlu bukti, bukan janji,” kata Ibas.

Soal tantangan, lanjut Ibas, Indonesia sudah pernah melewatinya. Saat era Presiden SBY, ekonomi Indonesia meroket.

“APBN meningkat, utang dan defisit terjaga, pendapatan rakyat naik dan lain-lain yang too few too mention, termasuk tentang persentase kemiskinan dan pengangguran yang menurun,” ujar Ibas.

Meskipun kini berada di luar pemerintahan, lanjut Ibas, Demokrat tetap hadir memberikan koreksi, kritik dan solusi. “Supaya negara tidak jatuh ke jurang,” imbuhnya.(msn-jpnn/fajar)

Komentar