SMA-SMK Dibuka Lebih Awal, Gugus Tugas Kukuh Menolak

Ilustrasi/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Dinas Pendidikan Sulsel sudah bulat untuk menerapkan belajar tatap muka untuk jenjang pendidikan menengah atas atau kejuruan. Pertemuan tiga kali sepekan. Belajarnya hanya tiga jam.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Basri mengklaim kepala sekolah yang ikut video conference, Selasa, 11 Agustus, sepakat untuk melaksanakan konsep yang ditawarkan. Di mana, pembelajaran selama tiga kali sepekan dengan waktu maksimal belajar tatap muka hanya tiga jam sehari.

Hanya saja, kata dia, hasil rapat bersama kepala sekolah itu tetap akan didorong untuk dibahas bersama tim gugus tugas dan gubernur. Sebab, hasil pembahasan bersama itu akan menjadi acuan untuk memutuskan pembukaan aktivitas tatap muka SMA dan SMK di Sulsel.

“Pada dasarnya semua sepakat. Jadi sistemnya hanya belajar tiga jam sehari. Siswa tidak boleh keluar ruangan dan tak ada jam istirahat. Setelah selesai belajar, siswa langsung pulang ke rumahnya,” bebernya saat ditemui di ruang kerjanya di Disdik Sulsel, kemarin.

Ia juga menegaskan, kebijakan pembukaan sekolah khusus untuk SMA dan SMK tetap dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Selain itu, sekolah wajib membahas rencana ini dengan melibatkan komite dan orang tua siswa. Apabila ada orang tua yang menolak, siswa berhak tidak ikut belajar tatap muka.

Solusinya, sekolah wajib menyiapkan layanan khusus bagi siswa yang ingin belajar dari rumah. Mereka berhak mendapat pelajaran sesuai yang diikuti siswa di sekolah.

Komentar

Loading...