Twit Bikin Polemik, Jimly Asshiddiqie: Ya, Makanya Ditanya Pak Mahfud MD

Anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie --jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Postingan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mahfud MD soal penganugerahan tanda jasa Bintang Mahaputra Nararya untuk dua politikus kritis, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, jadi polemik.

Ada yang tidak suka Presiden Jokowi memberikan penghargaan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon, yang terlihat dari respons netizen di media sosial. Ada yang mempertanyakan alasannya, hingga menganggapnya sebagai lelucon.

Nah, bagaimana pendapat Prof Jimly Asshiddiqie, mantan wakil ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (DGTK) selama dua periode (2010-2019) mengenai polemik ini?

“Ya makanya ditanya Pak Mahfud, kenapa dia hanya tweet itu hanya dua orang. Kan banyak yang dapat. Kenapa yang dia tweet kasih ucapan selamat hanya dua orang itu?” kata Prof Jimly mempertanyakan.

Berikut wawancara lengkap wartawan jpnn.com (grup fajar.co.id) Fathra Nazrul Islam dengan Prof Jimly Asshiddiqie melalui telepon, Rabu (12/8) siang.

Terkait penganugerahan tandas jasa untuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon menjadi perdebatan di media sosial. Banyak yang tidak suka, Prof?

Tanya Pak Mahfud, karena ketuanya Pak Mahfud, Menko Polhukam.

Tetapi menurut Prof yang pernah di Dewan Gelar, bagaimana pemberian penghargaan itu?

Ya makanya ditanya Pak Mahfud, kenapa dia hanya tweet itu hanya dua orang. Kan banyak yang dapat. Kenapa yang dia tweet kasih ucapan selamat hanya dua orang itu? Ditanya saja sama beliau kenapa? Kenapa tidak diumumkan resmi? Kan banyak orang.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...