Twit Bikin Polemik, Jimly Asshiddiqie: Ya, Makanya Ditanya Pak Mahfud MD

Anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie --jawa pos

Jadi kerdil. Itu tidak boleh begitu. Ini penting untuk generasi muda. Sikap kritis kepada pemerintah itu satu hal, tetapi pengabdian pada bangsa dan negara kan hal yang lain.

Dan justru dengan diberinya penghargaan dua tokoh yang kritis itu, malah menunjukkan kenegarawanan dari Presiden Jokowi, itu lho.

Jadi jangan dianggap gak layak ya Prof?

Lho, tau apa yang menilai (tak layak)? Itu kan timnya Pak Mahfud itu bukan sembarangan. Itu kan tokoh-tokoh semua. Lalu yang mengajukan lembaga resmi. Jangan begitu dong.

Jadi, bernegara itu bersama, berbangsa itu membangun kebersamaan. Jadi ini mengingatkan, jangan feodal gara-gara, penguasa pikirannya A, maka semua harus berpikir A. Tidak. Keseimbangan ini penting untuk demokrasi.

Demokrasi tanpa check and balances, social check and balances, itu bukan demokrasi, itu namanya totalitarianisme. Jadi biar saja orang berbeda pendapat itu sepanjang dia menyumbang untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, ya layak dikasih penghargaan. Why not?. (jpnn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar