Usai Ledakan Besar di Beirut, Perdana Menteri Lebanon dan Jajarannya Undur Diri

EDITORS NOTE: Graphic content / Lebanese army soldiers stand while behind a helicopter puts out a fire at the scene of an explosion at the port of Lebanon's capital Beirut on August 4, 2020. (Photo by STR / AFP)

FAJAR.CO.ID, BEIRUT Seluruh jajaran pemerintahan negara Lebanon mengundurkan diri di tengah aksi demonstrasi dan kemarahan rakyat yang dipicu oleh ledakan di Ibu Kota Beirut pekan lalu.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab dalam pidato nasional yang disiarkan televisi pada Senin malam (10/8) waktu setempat.

Diab mengatakan, bahwa dirinya mendukung orang-orang yang menuntut pertanggung jawaban atas “kejahatan” yang menyebabkan ledakan Beirut. Menurutnya, insiden itu terjadi akibat korupsi yang mengakar di Lebanon.

“Saya pikir saya bisa memperbaiki (korupsi) ini, tetapi itu lebih besar dari negara dan sistemik. Oleh karena itu, saya umumkan pengunduran diri pemerintah ini,” demikian disampaikan Diab dalam pidatonya, sebagaimana dilansir RT.

Sebelum Diab, Menteri Kehakiman Lebanon Marie-Claude Najm telah mengundurkan diri. Begitu juga dengan Damianos Kattar yang mundur dari jabatan menteri lingkunan hidup. Menteri Informatika Lebanon, Manal Abdel Samad juga mundur.

“Para menteri telah melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh karena mereka peduli dengan negara,” ujarnya.

Diab menuduh lawan politiknya menggunakan bencana itu “untuk mencetak poin politik” dan untuk “menghancurkan apa yang tersisa dari negara”.

Diab secara resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Michel Aoun sekira satu jam setelah pidatonya. Akan tetapi, Aoun meminta Diab dan sejumlah menteri lainnya yang terlebih dahulu mengundurkan diri tetap dalam struktur pemerintahan dengan status pelaksana tugas (plt) sampai struktur pemerintahan baru terpilih.

Komentar

Loading...