Usai Ledakan Besar di Beirut, Perdana Menteri Lebanon dan Jajarannya Undur Diri

Rabu, 12 Agustus 2020 11:32

EDITORS NOTE: Graphic content / Lebanese army soldiers stand while behind a helicopter puts out a fire at the scene of an explosion at the port of Lebanon's capital Beirut on August 4, 2020. (Photo by STR / AFP)

Diab menuduh lawan politiknya menggunakan bencana itu “untuk mencetak poin politik” dan untuk “menghancurkan apa yang tersisa dari negara”.

Diab secara resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Michel Aoun sekira satu jam setelah pidatonya. Akan tetapi, Aoun meminta Diab dan sejumlah menteri lainnya yang terlebih dahulu mengundurkan diri tetap dalam struktur pemerintahan dengan status pelaksana tugas (plt) sampai struktur pemerintahan baru terpilih.

Sebelumnya Diab telah menyerukan pemilihan parlemen lebih awal dan beberapa menteri sudah mengajukan pengunduran diri mereka. Namun, karena protes semakin meningkat selama akhir pekan, menjadi jelas bahwa pemerintah perlu segera mengambil tindakan untuk meredam kemarahan publik.

Pemerintahan Diab hanya berjalan selama 8 bulan sejak resmi diangkat sebagai PM Lebanon pada Januari lalu menggantikan Saad Hariri.

Hariri terpaksa meninggalkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Lebanon setelah mendapat tekanan dari demonstran menganggap pemerintahannya yang didukung Hizbullah gagal menjalankan agenda reformasi ekonomi dan politik.

Dapat disampaikan, bahwa insiden ledakan dahsyat yang disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di pelabuhan selama bertahun-tahun itu telah memicu unjuk rasa anti pemerintah di Lebanon.

Bagikan berita ini:
5
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar