Indonesia Terancam Resesi, Gubernur Optimis Jaga Kualitas Pangan

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi kembali minus pada kuartal II tahun ini. Artinya, perekonomian Indonesia bakal terancam masuk ke dalam jurang resesi, lantaran selama dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Menanggapi itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah tak menampik. Menurutnya, hal itu lantaran daya beli masyarakat menurun, konstruksi terhambat karena recofusing dan lain sebagainya.

Hanya saja, ia menjelaskan, Indonesia sebagai salah satu negara agraris akan mempertahankan kualitas pangan, meski di tengah pandemi.

“Saat resesi, banyak hal yang harus ditunda misalnya tunda beli mobil, beli motor, tapi tidak bisa menunda makan, itu artinya kebutuhan pangan dunia tidak akan berkurang, makanya posisi Indonesia menjadi penting,” jelasnya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengaku, sejak awal pandemi, pihaknya telah melakukan berbagai macam cara agar pemulihan ekonomi kembali berjalan normal, salah satunya dengan metode perawatan pasien Covid 19.

Seperti, pasien yang dinyatakan positif Covid 19 dan memiliki penyakit komorbit ditempatkan di rumah sakit rujukan Covid 19. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) akan dimasukkan dalam program duta Covid.

“Di daerah memang punya data, tapi orang-orangnya itu ada di Makassar, karena semua yang terkonfirmasi kita rujuk ke Makassar,” beber Nurdin.

Dari langkah yang diambil, lanjut Nurdin, dua metode yang digunakan memberikan perubahan yang cukup signifikan.

Komentar

Loading...