Kamala Harris Jadi Cawapres Joe Biden, Donald Trump Sebut Sebagai Sosok Mengerikan

Joe Biden dan Kamala Harris

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON – Politikus perempuan Kamala Harris secara resmi ditunjuk Joe Biden sebagai wakilnya dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat pada November mendatang.

Dipilihnya Harris sebagai calon wakil presiden pada Selasa (11/8) waktu setempat, sekaligus mengakhiri spekulasi selama berbulan-bulan mengenai siapa sosok pendamping Biden.

Harris merupakan senator kulit hitam kenamaan asal California yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon kuat pendamping Biden.

“Saya mendapat kehormatan besar untuk mengumumkan telah memilih @KamalaHarris, pejuang tak kenal takut, dan salah satu pegawai negeri terbaik di negara ini, sebagai pasangan saya,” kata Biden, dalam cuitannya, seperti dilaporkan kembali AFP, Rabu (12/8/2020).

“Saya senang bisa menjadikannya sebagai mitra dalam kampanye ini,” imbuhnya.

Pemilihan Harris merupakan keputusan besar bagi Biden yang berupaya merebut kursi Gedung Putih dari Donald Trump. Harris dianggap bisa menggaet para pendukung dari kalangan kulit hitam dan perempuan.

Sementara itu, Harris merasa terhormat bisa mendampingi Biden sebagai calon wakil presiden. Dia berkomitmen akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan Biden sebagai presiden.

“@JoeBiden bisa menyatukan rakyat Amerika karena dia menghabiskan (waktu) hidupnya berjuang untuk kita. Sebagai presiden, dia akan membangun Amerika sesuai dengan cita-cita kita,” kata Harris, dalam cuitan.

Keputusan pria 77 tahun itu juga mendapat sambutan positif dari para tokoh AS, terutama dari kalangan internal Partai Demokrat.

Mantan presiden Barack Obama yang juga pernah bermitra dengan Biden di Gedung Putih mengatakan, Biden membuat keputusan ini berdasarkan pertimbangan yang panjang.

“Sekarang Joe memiliki rekan ideal untuk membantunya mengatasi tantangan sangat nyata yang dihadapi Amerika saat ini dan di tahun-tahun mendatang,” kata Obama, dikutip dari AFP.

Obama juga menyebut, Harris lebih dari siap untuk menjalankan tugas tersebut. Menurutnya, rekam jejak Harris dan perannya selama ini sangat besar bagi AS.

“Dia menghabiskan kariernya untuk membela Konstitusi kita dan berjuang untuk orang-orang yang membutuhkan keadilan,” ujarnya.

Mantan calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton mengaku sangat senang dan menyampaikan selamat kepada Harris. Mantan ibu negara AS itu menyebut penunjukannya sebagai cawapres sebagai momen bersejarah Partai Demokrat.

“Dia sudah membuktikan dirinya sebagai pelayan publik dan pemimpin yang luar biasa. Saya tahu dia akan menjadi mitra yang kuat bagi @JoeBiden,” kata Hillary, dalam cuitan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut cawapres pendamping Joe Biden, Kamala Harris sebagai sosok mengerikan.

Trump mengaku terkejut dengan pilihan Biden yang jatuh pada wanita kulit hitam itu sebagai calon wakil presiden dalam pemilu AS November mendatang.

Kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan tidak terkesan dengan Harris ketika bersaing dengan Biden dalam konvensi Partai Demokrat. Pemilihan pendahuluan internal partai itu akhirnya dimenangkan oleh Biden.

“Saya lebih terkejut lagi karena dia bersikap sangat buruk,” kata Trump seperti dikutip dari AFP. (der/fin)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: