Karena Rumah Warisan Diagunkan, Tiga Anak Gugat Ibu Kandung

GARA-GARA UTANG: Rumah di Jalan Kertajaya Indah Timur nomor 155-157 yang menjadi sengketa di Pengadilan Negeri Surabaya. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Tiga saudara kandung, Linda Tanubrata, Sandy Tanubrata, dan Fera Tanubrata, menggugat ibu kandung mereka, Mariani Tanubrata. Salah satu saudara kandung mereka, Welly Tanubrata, juga ikut digugat. Penyebabnya, Mariani dan Welly mengagunkan rumah warisan dan akhirnya dilelang karena tak mampu membayar kredit.

Bukan itu saja. Ketiganya juga menggugat Tee Costasrito di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Tee digugat karena melelang rumah warisan keluarga tersebut di Jalan Kertajaya Indah Timur Nomor 155–157. Pengacara ketiga penggugat Aris Eko Prasetyo menyatakan, gugatan itu diajukan setelah rumah warisan tersebut dilelang karena perkara utang piutang.

Tee mengajukan lelang atas rumah itu di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya setelah Mariani dinyatakan pailit dalam perkara permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Surabaya. Hakim memutus pailit setelah Mariani tidak sanggup membayar utang Rp 47 miliar ke Tee. Mariani sebenarnya hanya penjamin. Yang utang anaknya, Welly. Tee dan Welly terlibat utang piutang saat mereka tinggal bertetangga di Malang.

Ketiga saudara Welly mengugat ibu dan saudara kandung karena tidak terima rumahnya dilelang akibat utang kakaknya. ”Rumah warisan mereka di Kertajaya dijadikan jaminan utang kakaknya, Welly. Anak-anaknya ini tidak tahu. Baru tahu rumahnya dilelang setelah papa mereka meninggal,” ujar Aris (12/8).

Komentar

Loading...