Pengusaha THM Tuntut Usahanya Kembali Beroperasi, Ini Syarat dari Legislator

Aksi demo yang dilakukan pekerja THM di Gedung DPRD Makassar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar Nurul Hidayat menerima pengunjuk rasa dari para pekerja seni dan hiburan malam se-kota Makassar yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Pariwisata di Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis (13/8/2020) siang.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa pembukaan kembali usaha pariwisata dan aktivitas hiburan kota Makassar, bertanggung jawab atas dampak ekonomi akibat penutupan tempat usaha pariwisata dan tidak meneror serta mengancam pelaku usaha THM.

Nurul Hidayat pun secara pribadi mengizinkan THM kembali beroperasi dengan catatan para pengelola dapat menjamin penerapan protokol kesehatan secara ketat di tempat usahanya.

“Kalau saya, silahkan saja buka. Tentu ada perjanjian dan kesepakatan sebelumnya dengan pihak eksekutif, legislatif dan pengusaha THM. Perjanjian ini nantinya akan menjadi dasar penindakan jika terjadi pelanggaran,” ujar Nurul Hidayat.

Politisi Golkar ini melanjutkan, jaminan protokol pencegahan Covid-19 harus benar-benar diterapkan. Ini yang menjadi catatan utama para legislator Makassar. Adapula konsekuensi yang harus ditanggung bagi pengusaha jika nantinya terjadi kluster penyebaran Covid di tempat usahanya.

“Masalahnya larangan pembukaan THM belum dicabut dari pusat. Makanya Pemkot belum mengizinkan beroperasi. Karena eksekutornya Pemkot,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar, Zulkarnain Ali Naru meminta agar Pemerintah Kota Makassar dapat meninjau ulang peraturan Walikota Makassar (Perwali) nomor 36 tahun 2020 dikarenakan seluruh usaha hiburan malam di Kota Makassar telah menerapkan protokol kesehatan tetapi masih saja dilarang dibuka.

Komentar

Loading...