Polemik Pasien RSUD Bulukumba Berlanjut, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA- Orang tua Andi Rasti Dwi Rahayu masih tidak terima perlakuan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Daeng Radja yang lamban dalam melakukan penanganan.

Apalagi dokter yang bertugas malah menggunakan gawai sementara pasien dalam keadaan kritis. Sehingga berakibat terhadap hilangnya nyawa Rasti dan bayi di dalam kandungannya.Pihak keluarga pun akan menempuh jalur hukum.

Orang tua korban, Andi Haris Ishak akan melaporkan hal tersebut ke kepolisian. Tak hanya itu, Haris juga akan melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Kesehatan Bulukumba dan Sulsel, hingga ke Kementerian Kesehatan.

Bahkan, akan melapor ke Ombudsman RI perwakilan Sulsel. “Kuasa hukum saya sementara menyusun laporannya, akan masukkan laporan sekaligus dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” kata Haris, Rabu 12 Agustus.

dr Rizal Ridwan Kappi pun menanggapi tudingan dirinya yang sibuk memainkan gawai saat pasien sedang kritis. Ia berdalih, saat itu dia sedang menghubungi petugas kamar jenazah untuk menyiapkan mobil.

Sebab, nyawa Rasti sudah tidak bisa diselamatkan lagi. “Saya hanya hubungi petugas jenazah karena saat itu dia (Rasti) sudah meninggal,” jelasnya.

Selain itu dia mengaku tidak melakukan penyelamatan kepada bayi Rasti karena denyutan jantungnya satu kali satu menit. Sehingga jika dilakukan operasi maka bayi juga tidak akan hidup.

Komentar

Loading...