Potensi Penularan Covid-19 dari Semprotan Aerosol, WHO Sarankan Tunda ke Dokter Gigi

Kamis, 13 Agustus 2020 10:42

Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari pixabay

Mereka juga menyebutkan bahwa akan lebih baik jika pasien dapat diskrining dari jarak jauh sebelum janji temu dengan dokter. Sebab, dokter gigi paling depan berhadap-hadapan langsung dengan mulut pasien.

Perawatan gigi melibatkan komunikasi tatap muka yang erat dan paparan air liur pasien, darah, cairan tubuh lain, dan instrumen tajam yang sering mereka gunakan selama prosedur. Akibatnya, dokter gigi berisiko tinggi tertular atau menularkan infeksi kepada pasien mereka.

Misalnya, prosedur yang menimbulkan aerosol seperti pembersihan gigi menggunakan scaler ultrasonik dan pemolesan yang bekerja dengan potongan tangan berkecepatan tinggi atau rendah. Pencabutan gigi dengan operasi, dan penempatan implan. Situasi ini meningkatkan kemungkinan penularan jika salah satu pasien atau dokter sudah terinfeksi.

WHO telah mencantumkan cara-cara dalam panduan bagi para dokter gigi dalam menangani gigi palsu dan peralatan ortodontik yang rusak dan juga karies atau karang gigi. Sehingga bisa meminimalisir aerosol.

Kepala Kedokteran Gigi WHO, Benoit Varenne, mengatakan kesehatan mulut merupakan bagian dari sektor kesehatan yang terabaikan di banyak negara. “Di tingkat global, perkiraan terakhir yang tersedia menunjukkan bahwa 3,5 miliar orang terkena penyakit mulut,” kata Varenne.

Bagikan berita ini:
7
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar