Aliansi Selamatkan Pesisir Makassar Kecam Penjemputan Paksa Nelayan Kodingareng


Ia mengatakan setelah KTP-nya diambil, Manre dibawa ke dalam ruangan seorang diri.

“Saya menunggu di luar karena tidak dizinkan masuk mendampingi Pak Manre,” ujarnya.

Saat ini, Slamet membeberkan, Manre didampingi oleh 3 orang Penasehat Hukumnya dari LBH Makassar, sedang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Polair Polda Sulsel.

Sebelumnya, Manre telah menerima panggilan I untuk diperiksa sebagai tersangka pada tanggal 11 Agustus 2020, pukul 09.00 Wita.

Sedangkan Manre baru menerima panggilan tersebut pada tanggal 10 Agustus 2020, sekitar pukul 15.18 Wita.

Sehingga tenggang waktu diterimanya panggilan dan hari pemeriksaan dalam kasus ini tidak wajar dan untuk itu Manre tidak memenuhi panggilan.

“Hari ini, Pak Manre menerima panggilan ke 2 bersamaan dengan penjemputan paksa terhadap dirinya, tanpa diberi kesempatan untuk menghubungi Penasehat Hukumnya,” ungkapnya.

Slamet menilai upaya paksa ini adalah tindakan sewenang-wenang dari penyidik Polair Polda Sulsel karena menyalahi prinsip fair trial atau melanggar hak-hak Manre sebagai tersangka.

Seperti hak untuk diberitahukan dengan jelas dalam bahasa yang bisa dimengerti perihal pemanggilan terhadap dirinya sebagai tersangka.

Selain itu, hak untuk menghubungi Penesehat Hukumnya pada setiap proses penyidikan.

Secara prosedur, Penyidik memiliki kewenangan menjemput paksa jika Manre telah dipanggil sebanyak 2 kali secara sah namun tidak dipenuhinya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...