Anggaran Pilkada KPU Nyaris Rp20 Triliun, Rizal Ramli: Hanya Teruskan Tradisi Oligarki dan KKN

Rizal Ramli

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tokoh nasional, Rizal Ramli menilai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Indonesia tak memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Terlebih anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 meningkat drastis. Jika sebelumnya anggaran Pilkada sudah mencapai Rp15 triliun, KPU kembali mengajukan tambahan Rp4,7 triliun.

“Anggaran Pilkada 2020 15 Triliun. KPU Minta Tambah Rp 4,7 T. Total nyaris 20 T. Manfaatnya nyaris tidak ada krn hanya teruskan tradisi oligarki & KKN. ++resiko corona,” tulis Rizal Ramli di akun Twitternya, Kamis malam (13/8/2020).

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini justru sangat prihatin dengan banyaknya murid dan pelajar yang terdampak pandemi Covid-19, utamanya di Papua.

Di sana, banyak murid belum bisa menikmati pendidikan jarak jauh. Hal itu karena masyarakat belum bisa menikmati sambungan internet maupun Wifi secara gratis.

“Sekali lagi, lebih baik Rp 20 T itu untuk beli 30 Juta HP, pasang wifi di 1 juta titik, pulsa gratis untuk anak tidak mampu. Ya?” tegas Gus Romli.

Pilkada Serentak 2020 hingga kini masih menuai polemik. Mulai dari kekhawatiran hajatan ini akan berubah menjadi klaster baru virus corona hingga pemborosan anggaran yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih penting. (msn/fajar)

Komentar

Loading...