Gagal Bertemu Gubernur, Nelayan Digigit Nyamuk dan Sempat Kelaparan

Jumat, 14 Agustus 2020 17:19

FOTO: ISHAK/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Derita sebagai rakyat biasa. Nelayan dari Pulau Kodingareng Lompo gagal bertemu dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA).

Sudah 30 jam lebih menunggu di depan gerbang kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar. Namun usaha para nelayan sia-sia saja.

Mereka bermalam di depan kantor itu. Bahkan, tak sedikit pula nyamuk yang menyerang mereka saat malam tiba. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Kami menginap di sini hanya untuk bertemu Pak Gub untuk cabut izin tambang pasir itu. Tetapi sia-sia. Hanya gigitan nyamuk dan rasa lapar yang kami dapatkan,” kata seorang nelayan, Mantasia, 23 tahun, Jumat (14/8/2020).

Soal makan, para nelayan mengaku hanya diberikan kepada beberapa warga dan pengendara yang melintas, saat mereka menginap di depan kantor orang nomor satu di Provinsi Sulawesi Selatan itu.

“Ada warung-warung dekat sini dan ada yang mengaku dari hamba Allah datang bawakan kami makanan di sini. Alhamdulillah,” tambah ibu muda ini.

Di sana, mereka menginap selama satu malam, sejak Kamis (14/8/2020) kemarin hingga melanjutkan aksi unjuk rasa dan memohon bertemu dengan NA.

Para nelayan hanya beralaskan terpal. Tanpa kelambu. Hanya selimut yang mereka pakai dan beberapa alat seadanya.

Pantauan sekitar pukul 16.00 Wita tadi, gerbang kantor itu mulai dibuka. Namun, para nelayan perlahan mulai pulang ke pulau mereka.

Mereka pun tetap menuntut agar Nurdin Abdullah mencabut izin PT Boskalis. Perusahaan tambang pasir itu menghancurkan habibat ikan tenggiri dan beberapa jenis ikan laut lainnya.

Akibatnya, hasil tangkap ikan bagi nelayan menurun drastis. Sementara biaya hidup semakin naik. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga.

“Kadang sekali melaut hanya satu ikan tenggiri yang kami dapat. Harganya sekitar Rp50 ribu. Sementara biaya sekali melaut lebih dari itu,” kata Daeng Manre, nelayan Pulau Kodingareng Lompo. (ishak/fajar)

Gagal Bertemu Gubernur, Nelayan Digigit Nyamuk dan Sempat Kelaparan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Derita sebagai rakyat biasa. Nelayan dari Pulau Kodingareng Lompo gagal bertemu dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA).

Sudah 30 jam lebih menunggu di depan gerbang kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar. Namun usaha para nelayan sia-sia saja.

Mereka bermalam di depan kantor itu. Bahkan, tak sedikit pula nyamuk yang menyerang mereka saat malam tiba. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Kami menginap di sini hanya untuk bertemu Pak Gub untuk cabut izin tambang pasir itu. Tetapi sia-sia. Hanya gigitan nyamuk dan rasa lapar yang kami dapatkan,” kata seorang nelayan, Mantasia, 23 tahun, Jumat (14/8/2020).

Soal makan, para nelayan mengaku hanya diberikan kepada beberapa warga dan pengendara yang melintas, saat mereka menginap di depan kantor orang nomor satu di Provinsi Sulawesi Selatan itu.

“Ada warung-warung dekat sini dan ada yang mengaku dari hamba Allah datang bawakan kami makanan di sini. Alhamdulillah,” tambah ibu muda ini.

Di sana, mereka menginap selama satu malam, sejak Kamis (14/8/2020) kemarin hingga melanjutkan aksi unjuk rasa dan memohon bertemu dengan NA.

Para nelayan hanya beralaskan terpal. Tanpa kelambu. Hanya selimut yang mereka pakai dan beberapa alat seadanya.

Pantauan sekitar pukul 16.00 Wita tadi, gerbang kantor itu mulai dibuka. Namun, para nelayan perlahan mulai pulang ke pulau mereka.

Mereka pun tetap menuntut agar Nurdin Abdullah mencabut izin PT Boskalis. Perusahaan tambang pasir itu menghancurkan habibat ikan tenggiri dan beberapa jenis ikan laut lainnya.

Akibatnya, hasil tangkap ikan bagi nelayan menurun drastis. Sementara biaya hidup semakin naik. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga.

“Kadang sekali melaut hanya satu ikan tenggiri yang kami dapat. Harganya sekitar Rp50 ribu. Sementara biaya sekali melaut lebih dari itu,” kata Daeng Manre, nelayan Pulau Kodingareng Lompo. (ishak/fajar)

Komentar