Hasil Gelar Perkara, 2 Jenderal Polisi jadi Tersangka Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Prasetijo Utomo dan Napoleon Bonaparte ditetapkan sebagai tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra (Dok. Sumut Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dua jenderal polisi terseret dalam pusaran kasus Djoko Tjandra. Mantan Kadivhubinter Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penetapan tersebut berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik. Dalam perkara ini penyidik juga menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka karena diduga sebagai pihak yang memberikan janji atau hadiah.

Baca juga: Djoko Tjandra Tersangka Kasus Hilangnya Red Notice dan Surat Jalan“Untuk penetapan tersangka tersebut ada dua selaku pemberi dan selaku penerima. Untuk pelaku pemberi ini kita tetapkan tersangka JST (Djoko Tjandra),” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/8).

Sedangkan Napoleon dan Prasetijo diduga sebagai pihak penerima janji dan hadiah. “Selaku penerima itu saudara PU dan kedua saudara NB,” jelas Argo.

Sebelumnya, setelah terungkap adanya surat jalan untuk Djoko Tjandra, tersiar kabar jika Divisi Hubungan Internasional Polri menerbitkan surat penghapusan red notice. Surat tersebut tercatat dengan nomor B/186/V/2020/NCB.Div.HI tertanggal 5 Mei 2020, ditandatangani oleh Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Wibowo.

Terkait kasus ini, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengambil langkah tegas kepada bawahannya. Setelah mencopot jabatan Brigjen Prasetijo Utomo karena menerbitkan surat jalan, pencopotan juga dilakukan di Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...