Penyidik Polda Mulai Kumpulkan Alat Bukti Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Syekh Yusuf

Dipantau Polda. Suasana gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf Gowa, Rabu, 8 Juli. Polda Sulsel memantau proyek gedung berlantai 7 tersebut lantaran diduga bermasalah. (nurhadi/fajar)

FAJAR.CO.ID, GOWA– Pembangunan gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf terus menjadi sorotan publik. Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel pun bergerak mengumpulkan alat bukti.

Respons Polda Sulsel berdasarkan laporan dari masyarakat atas indikasi dugaan korupsi pembangunan gedung RSUD Syekh Yusuf. Dari aduan tersebut, penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel pun melakukan langkah klarifikasi. Mengumpulkan keterangan dan bukti untuk menentukan perkara.

“Minggu depan, kami baru mau ful baket. Kumpulkan keterangan,” kata Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto kepada FAJAR, Kamis, 13 Agustus.

Pembangunan mega proyek itu dikerja sejak tahun 2017, hingga tahun 2019 sudah menelan anggaran berkisar Rp80 miliar. Namun pekerjaannya belum tuntas, sehingga ditender lagi pada tahun 2020. Anggarannya Rp40 miliar lebih.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan RSUD Syekh Yusuf, dr Suryadi yang coba dikonfirmasi melalui telepon seluler kemarin, tidak ditanggapi. Dua panggilan tidak dijawab.

Namun, sebelumnya, dr Suryadi mengaku pembangunan gedung RSUD Syekh Yusuf memang direncanakan tuntas tiga tahun saja. Akan tetapi anggaran Rp80 miliar dianggap tidak cukup menyelesaikan bangunan tujuh lantai itu.

“Tahun 2017 itu pembangunan tiang pancang hingga dua lantai. Tahun 2018 untuk lantai tiga, empat, dan lima. Tahun 2019 itu, lantai enam dan tujuh,” kata dr Suryadi.

Ia mengaku, jika anggaran Rp19 miliar lebih pada tahun 2019 tidak menyelesaikan interior. Sehingga, pembangunannya berlanjut di tahun 2020.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...