Soal Memanfaatkan Momentum Krisis, Ini Kata Jokowi

Presiden Joko Widodo berpidato di Sidang Paripurna DPR untuk menyampaikan Nota Keuangan RAPBN 2021 di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8). Foto: YouTube

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Jokowi menginginkan momentum krisis akibat pandemi Covid-19 dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan lompatan kemajuan.

“Jangan menyia-nyiakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus dibajak untuk melakukan lompatan kemajuan,” ucap Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD, di Jakarta, Jumat (14/8).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan, ketika krisis kesehatan berdampak pada perekonomian nasional, maka pemerintah harus cepat bergerak dan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat.

Bantuan itu diberikan dalam bentuk sembako, bansos tunai, subsidi dan diskon tarif listrik, BLT Desa, dan subsidi gaji, membantu UMKM untuk memperoleh restrukturisasi kredit, memperoleh banpres produktif berupa bantuan modal darurat.

“Dan membantu pembelian produk-produk mereka, membantu tenaga kerja yang menjadi korban PHK, antara lain melalui bantuan sosial dan Program Prakerja. Ini sesuatu yang tidak mudah,” ungkapnya.

Untuk melakukan semua itu, katanya, pemerintah cepat melakukan perubahan terhadap rumusan program.

Hal itu dimulai dengan menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini, dan melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat. Kemudian, pihaknya juga menerbitkan Perppu No.1 Tahun 2020, yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU No.2 Tahun 2020, bersinergi dengan BI, OJK, dan LPS untuk memulihkan perekonomian.

“Krisis ini telah memaksa kita untuk menggeser channel cara kerja. Dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra-normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa. Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart shortcut. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil,” tuturnya.

Komentar

Loading...