Usai Diberhentikan Kenaikan Pangkat Ikut Terancam, Nasib Lima Nakes yang Protes Pencairan Insentif

Ilustrasi Tenaga Kesehatan FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAMUJU-Usai diberhentikan sebagai tenaga kesehatan (nakes) Covid-19, beredar kabar jika kenaikan pangkat kelima petugas medis tersebut ikut terancam.

Apalagi, protes yang dilayangkan mereka karena lambannya pencairan insentif, membuat Direktur RSUD Sulbar dr Indahwati Nursyamsi geram.

Sementara, dr Indahwati Nursyamsi merupakan pemegang kuasa yang akan menandatangani Daftar Penilaian Prestasi Pegawai (DP3) dan sasaran kerja pegawai (SKP) sebagai kelengkapan kenaikan pangkat mereka.

Dikonfirmasi soal ini, dr Indahwati Nursyamsi menegaskan itu hak proregatifnya mau tanda tangan atau tidak nantinya.

“Siapa suruh, nanti kita lihat loyalitasnya terhadap institusi. Begitu memang kalau terlalu cerewet, kenapa kah tidak mau sabar kah tidak diambil ji itu haknya. hanya persoalan waktu saja. jangan merembes ke situ itu urusan saya, insentif saja dibahas, saya akan bayarkan itu insentinya anak-anak,” kata Indah kesal saat dikonfirmasi, Kamis, 13 Agustus.

Indahwati menegaskan pihaknya memastikan hak lima nakes yang diberhetikan itu segera terbayarkan. Pasalnya, baru satu bulan yang dicairkan yakni April. Untuk insentif Mei dan Juni akan dibayarkan secepatnya setelah surat pertanggungjawaban (SPj) rampung.

“Tinggal menunggu saja waktu, dua tiga hari kedepan kami bayar,” katanya.

Dia mengakui untuk bulan Juli memang belum tersedia anggaran untuk itu. Jadi yang akan dibayarkan dalam waktu dekat hanya insentif selama tiga bulan. Perencanaan memang hanya sampai Juni.

Komentar

Loading...