22 Tenaga Medis Terima Anugerah Bintang Jasa, PSI: Itu Baru Sebagian

Sejumlah tenaga medis memberikan penghormatan terakhir kepada dr. Miftah Fawzy yang meninggal saat menangani pasien covid-19 beberapa waktu lalu. (Robertus Risky/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Jokowi baru saja menganugerahkan Bintang Jasa kepada 22 tenaga medis yang gugur saat menangani pasien Covid-19. Penghargaan itu patut diapresiasi. Namun yang gugur tidak hanya 22 orang itu saja, ada lebih banyak lagi.

Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dara Nasution mengatakan, sebetulnya pemerintah baru memberi untuk sebagian tenaga kesehatan saja. Padahal, jumlah tenaga medis Indonesia yang meninggal dunia cukup banyak. Dia berharap pemerintah memberikan untuk tahap kedua.

“Semoga dalam waktu dekat ini pemerintah memberikan penghargaan untuk petugas medis dan kesehatan yang gugur lainnya. Yang kemarin, itu baru sebagian,” kata Dara kepada JawaPos.com, Sabtu (15/8).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menganugerahkan 9 Bintang Jasa Pratama dan 13 Bintang Jasa Nararya kepada dokter dan perawat yang gugur dalam merawat pasien Covid-19. Penganugerahan itu berdasar pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Langkah itu diapresiasi Dara. Menurut dia itu adalah bentuk penghargaan dan penghormatan Pemerintah kepada tenaga medis dan kesehatan yang gugur. “Mereka layak memperolehnya karena telah merawat pasien Covid-19 dan mempertaruhkan nyawa mereka,” imbuh Dara Nasution.

Pada Jumat (14/8), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang tahunan MPR mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah membantu menangani pandemi covid-19.

Komentar

Loading...