Amerika Serikat Terlalu Frontal, Tiongkok Malah Ingin Damai

  • Bagikan

“Trump mungkin menggunakan ketegangan dengan Tiongkok, sebagai saingan Amerika Serikat, untuk mendapatkan poin dalam pemilihan presiden nanti,” kata Carrion.

Mantan diplomat yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Ekuador untuk Amerika Serikat tersebut mencatat bahwa sangat umum bagi para kandidat untuk mewujudkan citra nasionalisme sebagai cara untuk mempengaruhi pemilih dan mencari musuh di tengah situasi ketegangan tersebut.

Sebagai bagian dari strategi itu, Gedung Putih telah mengadopsi sikap yang lebih antagonis terhadap Tiongkok. Salah satunya mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok, termasuk Hongkong. “Campur tangan AS pada akhirnya tidak perlu dan tidak berguna karena situasi di Hongkong tergantung pada Tiongkok untuk menyelesaikannya, bukan Amerika Serikat,” sebut Carrion.

Menurut Carrion, beberapa politisi AS berusaha merusak citra Tiongkok. “Saya yakin ada sektor di Amerika Serikat yang sangat memperhatikan pertumbuhan dan daya saing Tiongkok di berbagai bidang,” ungkapnya.

Tiongkok disebut Carrion memiliki kehadiran yang sangat penting di pasar AS dan punya daya tawar investasi, seperti halnya AS di Tiongkok. Situasi tersebut membuktikan ada hubungan perdagangan yang kuat antara keduanya. “Penting untuk menstabilkan hubungan demi kesejahteraan kedua negara dan seluruh dunia,” tegasnya. (jpc)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan