Epidemiolog Unhas Sebut Rencana Buka Sekolah di Masa Pandemi Kekeliruan Besar

Pakar epidemiologi Unhas, Prof Ridwan Amiruddin.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin menilai kebijakan Kemendikbud membolehkan membuka kembali sekolah di zona kuning dan hijau adalah rancu.

Ia beralasan sifat bencananya yang masif dan tanpa pandang strata dan struktur sosial seharusnya menjadi perhatian.

“Perlu penajaman dan peningkatan persepsi aura krisis yang masih rendah di seluruh tatanan,” ujar Ridwan, Sabtu, (15/8/2020)

Epidemiolog Utama PAEI SulSel ini mengingatkan, membuka sekolah di tengah pandemi adalah kekeliruan besar yang akan disesali kemudian.

Ridwan menggambarkan, beban kesehatan masyarakat akan menjadi berlipat ganda bila hal tersebut terus dipaksakan dan diserahkan ke masyarakat.

Pasalnya, beberapa wilayah yang sudah membuka sekolah telah menjadi klaster Covid-19.

“Misalnya kluster sekolah di Papua, Jatim bahkan negera lain yang relatif lebih terkendali, juga bertambah kasus setiap hari. Sehingga harus ditinjau ulang,” tegasnya.

Kepala Prodi Doktor Kesmas FKM Unhas tersebut menyebut kelompok umur sekolah, bukanlah barrier terhadap penularan Covid-19, namun merupakan kelompok berisiko tinggi juga untuk terpapar.

“Mengapa berisiko membuka sekolah di zona kuning?” tanyanya.

“Itu tidak terlepas dari sifat ancamannya, mobilitas guru dan siswa lintas wilayah dan antar zona, kebijakan dan kepedulian terhadap disiplin protokol kesehatan yang minim, persiapan sekolah dalan kenormalan baru hampir tidak ada,” sambungnya.

Komentar

Loading...