Gara-gara Kasus Ini, Tahanan Mapolres Penuh

RUSAK PARAH: Kaca mobil pecah akibat kerusuhan PSHT di Desa Kayuputih dan Desa Trebungan beberapa waktu lalu. (Habibul Adnan/Jawa Pos Radar Situbondo)

FAJAR.CO.ID, JATIM — Penanganan kasus penyerangan-perusakan yang dilakukan massa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Desa Kayuputih dan Trebungan terus bergulir.

Petugas menginvetarisasi kerugian akibat insiden itu. Kerugian ditaksir mencapai Rp 138 juta. Selain itu, hingga kemarin, polisi telah menetapkan 56 orang menjadi tersangka. Imbasnya, kini tahanan di Mapolres Situbondo overload.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbagpol) Situbondo Edy Wiyono menerangkan, berdasar laporan forkopimka dan pemdes, nominal kerugian mencapai Rp 138 juta. ”Sudah kami serahkan ke BPPKAD (Badan Pengelolaan Pendapatan Kekayaan dan Aset Daerah) untuk dilakukan verifikasi kelayakan harga,” jelasnya.

Rencananya, pemkab membantu pemberian ganti rugi. Diambilkan dari anggaran bencana konflik sosial. Namun, nominalnya belum bisa dipastikan. ”Tentunya, disesuaikan dengan kekuatan anggaran,” terang pria yang juga sebagai Kasatkorcab Banser itu.

Edy menambahkan, biaya perbaikan rumah warga dibantu PSHT Situbondo. Nilainya sebesar Rp 20 juta. ”Penyerahan ke desa dan forkopimka difasilitasi bakesbangpol. Tiap desa dibantu Rp 10 juta,” pungkasnya.

Sementara itu, pengembangan dan pemburuan terhadap pelaku aksi tersebut terus dilakukan. Kemarin polres kembali mengamankan tiga orang terduga pelaku. Dengan demikian, total yang diamankan sebanyak 100 orang. Tak hanya itu, jumlah anggota PSHT yang ditetapkan tersangka juga bertambah. Dari 45 orang menjadi 56 orang.

Komentar

Loading...