Pidato Presiden Sangat Optimis, Jazuli Juwaini: Jokowi Perlu Buktikan

Presiden Joko Widodo mengenakan busana Sabu asal NTT dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan) didampingi Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPR Puan Maharani saat tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). MPR, DPR, dan DPD menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD dengan agenda pidato kenegaraan Presiden RI yang berisi Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengapresiasi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang optimis melihat ekonomi 2021 di tengah kondisi pandemi Covid-19. Karena, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi di 2021 sebesar 4,5 sampai 5,5 persen.

“Mudah-mudahan optimisme itu didukung oleh realitas kinerja pemerintah khususnya tim ekonomi dalam menumbuhkan ekonomi negara dan ekonomi masyarakat,” ungkap Jazuli dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (15/8).

Ketua Fraksi PKS melihat target ini sangat optimis di tengah kondisi dan basis dasar pencapaian pertumbuhan di tahun 2020 yang hanya berkisar – 1 persen sampai 0,2 persen yang artinya tekanan sangat dalam bahkan di ambang resesi.

Anggota Komisi I DPR ini berharap Pemerintah punya strategi jitu untuk mengejar target pertumbuhan tersebut. Butuh kebijakan ekstra untuk mengakselerasinya.

Untuk itu, Jazuli mengingatkan pentingnya kerja keras Pemerintah dengan target pertumbuhan yang disampaikan. Apalagi serapan anggaran 2020 sebagaimana kritik Presiden belum lama kepada para menterinya sangat lambat, belanja pemulihan ekonomi secara keseluruhan baru 22 persen, stimulus untuk UMKM baru 26,4 persen.

“Jangan sampai Presiden dan Pemerintah termakan janjinya sendiri. Target pertumbuhan dipatok sangat optimis tapi percepatan serapan anggaran dan stimulus pemulihan ekonomi lambat,” tuturnya.

“Artinya, pemerintah harus membuktikan dengan kerja keras dan kerja cepat yang nyata, bukan sekadar angka di atas kertas. Rakyat butuh bukti nyata,” pungkas Jazuli.‎ (jpc)

Komentar

Loading...