Respons PA 212 Atas Tanda Mirip Salib di Logo HUT RI ke-75

Juru Bicara PA 212 Habib Novel Bamukmin, Senin (18/5).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Media Center Persatuan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin menilai tanda salib di logo HUT ke-75 Republik Indonesia merupakan untuk memecah belah antar umat beragama di Indonosia.

“Memang ada unsur kesengajaan oknum umat beragama tertentu yang membawa-bawa lambang agama tertentu sebagai misi yang diemban oleh jamaatnya,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Novel, lewat tanda salib yang ada di logo HUT ke-75 itulah secara tidak langsung mereka kaum minoritas ingin agar dirgahayu RI di bawah komando mereka.

“Dari pimpinan tokoh agamanya untuk bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa dirgahayu RI ini adalah di bawah komando mereka,” cetus Novel.

Sebelumnya, seorang pengguna Twitter baru-baru ini mengkritisi Menteri Sekretaris Negara Pratikno terkait logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 RI.

Dalam unggahan pada Senin (10/8/2020), pemilik akun itu menuding Mensesneg sengaja memasang tanda salib dalam desain logo HUT ke-75 RI.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyatakan logo spanduk HUT RI ke-75 bukan salib.

Kata Ngabalin, logo itu merupakan sebuah karya seni yang dibuat anak Indonesia dengan kemampuan seni yang luar biasa. (fir/pojoksatu)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...