Wagub Sulsel Instruksikan Pemilik IUP Duduk Bersama Nelayan Kodingareng atau Pindah Konsesi


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Puluhan warga yang didominasi oleh ibu-ibu dari dari Pulau Kodingareng Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar menginap didepan pintu gerbang Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo.

Mereka melakukan aksi demo pada Kamis (13/8/2020) kemarin. Bahkan hingga Jum’at (14/8/2020) hari ini, mereka masih bertahan. Para pendemo pun telah mengakhiri aksinya, Jum’at sore.

Spanduk sepanjang 15×1 meter dengan tulisan “Hentikan Tambang Pasir Laut dan Cabut Izin Tambang di Wilayah Tangkap Nelayan” nampak terbentang di depan gerbang pintu masuk Kantor Gubernur Provinsi Sulsel.

Dari foto-foto yang beredar, semalaman mereka tidur di depan pintu gerbang masuk kantor Gubernur. Hanya beralaskan terpal plastik dan menyelimuti badannya dengan sarung. Bahkan ada pula, ibu-ibu yang membawa anaknya di sana.

Selain itu, nampak juga beberapa peserta aksi melakukan kegiatan yasinan dan sholawatan serta melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Aksi yang dilakukannya itu untuk menuntut menghentikan aktivitas tambang pasir yang dilakukan perusahaan asal Belanda, PT Boskalis, di wilayah Pulau Kodingareng Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar. Pasalnya sejak adanya aktivitas tambang pasir tersebut, masyarakat Pulau Kodingareng mengalami kesulitan ekonomi.

Mendengar aksi itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman turut prihatin dengan perjuangan warga Pulau Kodingareng Lompo.

Menurutnya, mereka butuh perhatian. Apalagi dari pengakuan warga, jika berdampak pada perekonomian warga yang bekerja sebagai nelayan.

Komentar

Loading...