75 Tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Kepulauan Hidup dengan Janji Air Bersih Tiap Pilkada

Ibu-ibu mencari air bersih dengan menggali di tanah lapang di Pulau Aloang-- Sakinah/fajar

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Pemerintah belum mampu menyediakan air bersih untuk masyarakat pulau. Terlebih lagi mereka yang bermukim di pulau terluar, Kecamatan Liukang Tangaya dan Kecamatan Liukang Kalmas.

Salah seorang warga Pulau Aloang, Desa Tampaang, Kecamatan Liukang Tangaya, Sukmawati mengatakan, ia harus menyeberang pulau untuk dapat air. Sebab di pulaunya sama sekali tidak ada sumber air.

“Begini yang kami lakukan setiap hari bu, di sini sangat susah kita dapatkan setetes air, bagi yang punya banyak penampungan itu bagus, bisa tampung air hujan sebanyak-banyaknya. Tetapi bagi kita yang kurang, maka masuk musim kemarau itu jadi sangat kesulitan, menggali seperti ini tiap hari dilakukan, belum tentu juga ada airnya,” paparnya.

Warga lainnya juga punya keluh kesah tersendiri, Murni mengaku sudah terbiasa meminum air asin, tenggorokannya dirasa sering sakit. namun tidak ada pilihan lain yang harus diminumnya, jika air galian tidak ada dan tidak memiliki uang untuk membeli, ia terpaksa meminum air asin.

Bagi yang memiliki biaya hidup lebih, mereka bakal membeli air dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) seharga Rp10 ribu per jerikennya, namun, bagi yang tidak memiliki uang, meminum air asin menjadi pilihannya, tidak hanya diminum. Tetapi air asin itu juga mereka pakai untuk memasak nasi dan sayur.

“Begini yang kami lakukan setiap hari bu, disini sangat susah kita dapatkan setetes air, bagi yang punya banyak penampungan itu bagus, bisa tampung air hujan sebanyak-banyaknya. Tetapi bagi kita yang kurang, maka masuk musim kemarau itu jadi sangat kesulitan, menggali seperti ini tiap hari dilakukan, belum tentu juga ada airnya,”paparnya

Komentar

Loading...