Kisah Hidup Transgender Amalia, Kini Jadi Amar Al-Fikar

Amar Al-Fikar saat masih menjadi sosok perempuan. Foto: Twitter Amar Al-Fikar

Amar pun tak henti meyakinkan dan memberi pemahaman. Amar menjelaskan jika yang dilakukannya diakui dan dihargai dalam Islam. Berikutnya, orang tuanya mulai menerima kondisi anak bungsu dari tiga bersaudara itu.

Keduanya saling menghormati dan mendukung. Bahkan saat Amar melakukan sidang pergantian nama, orang tua dan kakak Amar hadir untuk memberi kesaksian.

“Saya dengar penjelasan kiai kalau yang dilihat Allah itu ketakwaan kita, bukan gender kita. Saya juga sering diskusi dengan tokoh Islam yang humanis dan menghargai keberagaman. Orang tua saya sendiri alhamdulillahnya tidak memaksa pun menyerang,” kisahnya.

Kedua orang tuanya pun menjadi pendukung terbesar bagi Amar. Mereka menyayangi Amar dengan kasih sayang yang tak henti. Selalu mendengarkan kisah anaknya, pun terbuka dengan apa yang mereka pikirkan terhadap Amar.

Dia mengingat, suatu saat ibunya sempat menyampaikan keinginannya agar Amar kembali menjadi perempuan. Laki-laki yang merupakan anak ketiga itu menjawab dengan santai.

“Waktu itu ibu bilang, Ibu boleh kan doakan kamu sebagai perempuan? saya menjawab, boleh Bu, itu hak Ibu. Saya juga punya hak untuk saya sendiri. Yang penting kita saling menghargai dan menghormati dan tetap menerima satu sama lain,” katanya.

Berbagi Kisah di Twitter

Juni lalu, Amar membagikan kisah pencarian dirinya lewat sebuah utas di Twitter. Unggahan itu kini telah diretweet lebih dari 12 ribu kali dan disukai sedikitnya oleh 35 ribu akun.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...