Pendaki di Dataran Tinggi Gowa Tembus 10 Ribu Orang, Terjadi Desak-desakan

Sejumlah pendaki di dataran tinggi Gowa saat tiba. FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, GOWA — Lokasi destinasi wisata di dataran tinggi Kabupaten Gowa sangat ramai. Bahkan terjadi desak-desakan antara petugas dan seluruh pendaki.

Penumpukan pendaki itu terjadi sejak beberapa hari yang lalu jelang HUT Kemerdekaan RI ke-75. Bahkan, angkanya telah menembus 10 ribu pengunjung per 16 Agustus 2020 pukul 12.00 Wita.

Aparat dari Polsek Tinggimoncong pun kewalahan saat menerima para pendaki yang datang tanpa henti. Baik saat pagi, siang, bahkan hingga malam hari.

“Jumlah keseluruhan pengunjung yang tiba di Puncak, Lembanna, dan Ramma berjumlah 10.602 orang. Terdiri dari 5.919 di Puncak, 3.176 di Lembanna, dan 1.602 di Ramma,” kata Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhlhy.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga malam hari. Perwira dua balok ini melanjutkan, para pendaki sengaja datang ke sana untuk merayakan hari kemerdekaan RI dari atas gunung.

Mereka tak peduli lagi dengan imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja. Dikarenakan pandemi Covid-19 di Butta Bersejarah ini masih tinggi.

“Tunda dulu liburannya ke Gunung Bawakaraeng. Demi menerapkan protokol kesehatan,” tambah Iptu Hasan.

Sebagian petugas di puncak Bawakarang telah berupaya, termasuk Tim SAR dan Basarnas, untuk dorong dan arahkan turun dari puncak. “Itu untuk antisipasi kemungkinan terjadinya cedera kepada para pendaki,” sambung mantan Kapolsek Bajeng, Kabupaten Gowa ini.

Untuk menghindari penumpukan di pintu masuk pendakian, pihaknya menerapkan waktu berkunjung bagi para pendaki. Penggunaan masker dan APD lainnya pun diwajibkan.

“Kawasan wisata Lembanna mulai dibuka pada pukul 10.00 hingga 16.00 Wita. Tidak menerima kunjungan pada malam hari guna mengontrol pengunjung,” tegas Hasan. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...