Bantah Data KPAI, Begini Penjelasan Humas Ponpes Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi

Dok. Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Beberapa waktu lalu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meliris data sejumlah siswa dari berbagai daerah Indonesia dinyatakan positif covid-19.

Data itu diperoleh setelah melakukan pengawasan langsung pembukaan sekolah atau pesantren untuk belajar tatap muka di tengah pandemi virus korona (covid-19).

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti melalui keterangannya yang diterima fajar.co.id, Selasa (11/8/2020) menyebutkan kasus positif Covid-19 yang menimpa siswa atau santri ada di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, Agam, Sumatera Barat.

Dia mengungkapkan sebanyak 38 pembina dan seorang santri di Pondok pesantren Parbek, Agam, Sumatra Barat dinyatakan positif covid-19 usai pesantren dibuka. Seorang guru dan seorang operator sekolah di Pariaman juga terinfeksi korona.

“Sekolah di Pariaman ini, buka sekolah 13 Juli 2020, dan ditutup kembali 20 Juli 2020,” kata Retno.

Pernyataan KPAI ini ditanggapi pihak Ponpes Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi, Agam. Melalui Kepala Humas Dan Ketua Satgas Covid-19, Taufik Hidayat, menyebutkan data yang disampaikan KPAI adalah tidak benar.

“Tidak ada 38 pembina yang positif covid-19, yang betul cuma 1 pembina 1 santri,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima redaksi fajar.co.id, Senin (17/8/2020).

Taufik Hidayat menambahkan, selama pandemi Covid-19 pihaknya juga tak membuka ponpes.

“Tidak ada pesantren dibuka, yang ada kami tes swab mandiri untuk memastikan guru dan santri yang berada dipondok bebas dari covid,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...