Eks Politikus PDIP Tetap Divonis 7 Tahun Penjara

Terdakwa kasus dugaan suap impor bawang putih I Nyoman Dhamantra saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (31/12/2019). Mantan anggota DPR periode 2014-2019 Fraksi PDI Perjuangan tersebut didakwa menerima suap sebesar Rp2 miliar untuk kepentingan impor bawang putih dari pengusaha Chandry Suanda, Dody Wahyudi dan Zulfikar. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan vonis pidana penjara selama tujuh tahun, terhadap mantan anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) I Nyoman Dhamantra. Hal ini tertuang dalam putusan banding nomor 25/PID.SUS-TPK/2020/PT.DKI.

“Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 119/Pid.Sus-TPK/ 2019/PN.Jkt.Pst tanggal 6 Mei 2020,” sebagaimana dikutip dari putusan PT DKI Jakarta, Senin (17/8).

Permohonan banding I Nyoman Dhamantra diadili oleh majelis hakim banding yang dipimpin Achmad Yusak dengan anggota Nur Hakim, Sri Andini, Rusydi dan Hening Tyastanto. Putusan diadili pada Selasa, 11 Agustus 2020.

Majelis hakim tingkat banding beralasan, putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat dipertahankan dan dikuatkan, karena dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama.

“Putusan pengadilan tingkat pertama telah didasarkan pada fakta persidangan. Karenanya, pertimbangan majelis hakim tingkat pertama tersebut diambil-alih dan dijadikan sebagai pertimbangan sendiri oleh Pengadilan Tipikor pada PT DKI Jakarta dalam memutus perkara a quo dalam tingkat banding,” cetusnya.

Sebelumnya, Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan kepada mantan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Dhamantra. Majelis hakim meyakini, Nyoman Dhamantra menerima suap terkait pengurusan impor bawang putih.

Komentar

Loading...