Tagih Utang Pelunasan Proyek, Kontraktor Nginap di Pos Satpam Kantor BUMN


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kontraktor dari PT Debitindo Jaya dan PT Nina Proganda Putri menginap di pos satpam perusahaan BUMN, PT Perikanan Nusantara (Persero).

Mereka menginap di pos satpam BUMN sebagai bentuk protes kepada PT Perikanan Nusantara. Pasalnya, PT Perikanan Nusantara belum melunasi sisa pembayaran proyek yang dikerjakan oleh PT Debitindo Jaya dan PT Nina Proganda Putri.

Padahal, kedua kontraktor tersebut telah menyelesaikan pekerjaan sejak tahun lalu. Namun hingga sekarang pembayarannya belum dilunasi.

PT Debitindo mengerjakan proyek pengadaan interior senilai Rp2 miliar, sedangkan PT Nina Proganda Putri mengerjakan proyek Anaya Resto senilai Rp1 miliar.

PT Perikanan Nusantara selaku pemilik proyek baru menyelesaikan 20 persen pembayaran untuk proyek pengadaan interior.

Kuasa direksi dan PIC dari PT Debitindo Jaya, Abdul Malik Thalib mendesak agar PT Periksanan Nusantara segera melunasi utangnya.

“Proyek tersebut telah kami selesaikan lebih dari satu tahun yang lalu, dan sampai hari ini tidak jelas kapan akan dilakukan pelunasan,” kata Abdul Malik, Sabtu (15/8).

Saat ini, kata dia, PT Debitindo Jaya menanggung utang Rp1 miliar di Bank Banten Cabang Rangkas Bitung.

Pihaknya meminjam uang di bank untuk penyelesaian proyek Anaya Resto milik PT Perikanan Nusantara. Namun pelunasan proyek tak kunjung diselesaikan.

“Sehingga sistem perbankan perusahaan kami terganggu, dan berakibat tidak bisanya kami menggunakan fasilitas asuransi untuk mengurus seluruh jaminan persyaratan lelang maupun proyek yang lain,” katanya.

Komentar

Loading...