Ini Saran Politikus PPP Agar Indonesia Bisa Terlepas dari Resesi Ekonomi

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – – Di tengah pandemi yang belum usai, masih dalam momentum HUT Ke-75 RI waktunya Indonesia menunjukkan jati diri. Indonesia harus mandiri.

Anggota DPR RI, Amir Uskara menyebut di kwartal kedua setelah pandemi makin keras, ekonomi Indonesia langsung terpuruk minus 5,3 persen. Tapi tetap masih lebih baik ketimbang Singapura yang minus 12,6% dan Malaysia minus 8,4%.

Tapi, dengan terpuruknya ekonomi negara-nagara maju mitra ekonomi Indonesia pada kwartal kedua seperti Amerika Serikat (- 9,5%), Jepang (- 8%), Korsel (- 2,9%), Jerman (- 11,7%), Inggris (- 17,9%), Prancis (- 17%) dan Jepang terparah minus 27,8 persen. Hanya Tiongkok yang masih tumbuh positif, 3,2 persen.

Melihat pertumbuhan negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti Jepang, Amerika Serikat, Jerman, dan Tiongkok kemungkinan besar, Indonesia ikut terseret jauh.

“Betul Tiongkok masih tumbuh positif. Tapi bagi Cina daratan pertumbuhan 2,97 persen tersebut, terbilang sangat kecil untuk menopang kehidupan penduduknya yang 1,4 miliar jiwa itu. Dalam kondisi normal, biasanya pertumbuhan ekonomi Tiongkok mencapai 7-9 persen, bahkan sering mencapai dua digit (lebih dari 10%),” kata Amir Uskara, Selasa, 18 Agustus.

Apa yang harus dilakukan Indonesia dalam kondisi kejatuhan ekonomi global ini? Harus mandiri. Sebab, negara-negara lain pun tengah menghadapi kesulitan yang sama. Di Amerika dan Jepang, misalnya, pengangguran meningkat tajam. Industri dan perdagangan banyak yang bangkrut.

Komentar

Loading...