Iwan Fals Nilai Jokowi Sangar, Ini Alasannya

Jokowi (tengah) mengenakan kemeja hitam lengan panjang dengan balutan kain dan topi berwarna emas khas Nusa Tenggara Timur (NTT). (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat suku Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menghadiri Sidang Tahunan 2020 MPR di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (14/8) pekan lalu.

Jokowi terlihat mengenakan kemeja hitam lengan panjang dengan balutan kain dan topi berwarna emas khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Penampilan itu dikomentari singkat oleh musisi kenamaan, Iwan Fals.

Iwan Fals mengunggah foto Jokowi sedang berjalan memasuki gedung kura-kura DPR RI, Jokowi didampingi Maruf Amin dan beberapa pejabat negara lainnya.

“Sangar,” tulis Iwan Fals singkat di akun twitternya @@iwanfals.

Entah apa maksud ‘sangar’ yang disebut Iwan Fals, namun postingan itu mendapat reaski beragam dari netizen.

Tegapin dong jalannya, loyo begitu kok sangar.” Tulis salah satu netter.

Iwan fals ko jadi penjilat kekuasaan, lebih sangar klo om iwan jdi oposisi,” tulis aku lainnya.

 Kerennnn,,, Selalu suka memakai baju adat yang ada di Indonesia.” Kata akun lainnya.

“Pakaian adat tapi banyak tanah adat yg digusur…. ruwet, ruwet… ruwet Wajah dengan air mata bahagia,” tulis akun lainnya.

Diketahui, Presiden Jokowi mengenakan busana adat tesebut, guna mengajak masyarakat untuk mencintai produk-produk Indonesia yang dikenal kaya akan seni kriya, tenun, serta kebudayaan Nusantara.

Bukan saja saat pidato kenegaraan, Jokowi juga melanjutkan dengan mengenakan busana adat dari Timor Tengah Selatan, NTT, pada upacara peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8) kemarin. (dal/fin)

Komentar

Loading...