Media Lawas Tak Tergantikan, Kandidat Lebih Percaya Konvensional Dibanding Medsos

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Media lawas atau konvensional tak tergantikan. Masih tetap dipercaya kandidat sebagai ruang sosialisasi.

Media arus utama (mainstrem) tak bisa tergantikan oleh media sosial (medsos). Kelebihannya dalam menganalisasi dan menjernihkan informasi, menjadi konsiderasi kandidat calon kepala daerah.

Bakal calon Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, misalnya. Dia menilai, media konvensional hingga saat ini sangatlah vital untuk menyalurkan semua gagagan-gagasan demi kemaslahatan bersama.

“Media itu ibarat jembatan dan ini tak bisa dipungkiri,” ujar mantan Wali Kota Makassar 2014-2019 ini, Senin, 17 Agustus.

Pria yang akrab disapa Danny ini, mengakui, sejauh ini perkembangan media khusus medsos memang begitu masif. Namun, hingga saat ini media mainstrem yang lebih dipercaya.

Sesuatu yang viral di medsos, biasanya tak akan bertahan lama dan mudah dilupakan. Kondisi ini jauh berbeda bila viral di media mainstrem, seperti koran. “Kalau di medsos itu kan saling tindih menindih,” bebernya.

Sebelum dan setelah menjadi Wali Kota Makassar hingga sekarang, dia selalu memandang media mainstrem itu belum bisa tergantikan. Media mainstrem seperti koran masih menjadi rujukan media sosial lainnya.

“Menariknya, kalau dimuat di koran. Itu bisa kita dibagikan ke Medsos. Namun, tentunya tidak sebaliknya,” tutupnya.

Kubu Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando juga mengakui pentingnya media konvensional dalam mendukung publikasi. Bakal calon bakal Calon Wali Kota-Wakil Wali Makassar ini menilai, media konvensional punya trust (kepercayaan) publik.

Komentar

Loading...