Penguasaan Iptek Kunci Hadapi Tantangan 75 Tahun Indonesia Merdeka

Prof Tasrief Surungan

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Tujuh puluh lima tahun merdeka, Indonesia dihadapkan dengan revolusi industri 4.0. Sehingga penting bagi bangsa ini meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) bagi masyarakat.

Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan berpandangan, salah satu faktor penting yang harus dimiliki bangsa ini untuk dapat benar-benar merdeka adalah mampu menguasai Iptek.

Dalam maklumatnya kepada fajar.co.id, mulai 17 Agustus 2020 sebagai bagian dari rasa syukur atas kemerdekaan bangsa, Tasrief akan selalu menggunakan istilah variabel merdeka dan bukan variabel bebas, sebagai padanan untuk independent variable dalam mengajarkan fisika matematika dan mata kuliah lainnya di Departemen Fisika FMIPA Unhas.

Implikasinya adalah kemerdekaan harus dapat direfleksikan sehingga benar mampu mengantar bangsa ini ke masyarakat yang dicita-citakan, yaitu masyarakat adil dan makmur.

“Maka, maklumat yang dibuat itu bukan dimaksudkan sekedar seloroh atau candaan, namun sebuah keseriusan akademik yang diharapkan dapat menginspirasi kalangan pemerhati dan pengkaji ipteks,” jelasnya, Senin (17/8/2020) malam.

Lalu dimana letak urgensinya? Maka jawabnya, salah satu pilar dasar dalam penguasaan iptek adalah penguasaan berpikir analitik, yang dapat dicapai dengan memiliki pemahaman memadai bidang-bidang ilmu seperti matematilka, Fisika, Kimia, dan lain-lain. Adalah ilmu-ilmu yang masuk dalam kategori ‘Hard Science’.

Bahasa utama dalam bidang ini adalah matematika, yang tiada lain merupakan kajian fungsional antara peubah, yaitu yang lazim disebut ‘dependent variable’ dan ‘independent variable’.

Komentar

Loading...