Pj Wali Kota Makassar Dinilai Gagal Atasi Covid-19, Kasrudi: Gencarkan Tracking!

Kasrudi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Laju pertumbuhan kasus baru Covid-19 di Kota Makassar relatif stagnan atau tidak berkembang seperti beberapa bulan sebelumnya.

Dikutip dari website infocoronamakassar.go.id, per 17 Agustus 2020, dari 15 kecamatan terdeteksi jumlah pasien suspek sebanyak 4.115 dan terkonfirmasi 6.431 pasien.

Anggota DPRD Kota Makassar, Kasrudi, menyayangkan kinerja Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, yang terkesan tak acuh mengantisipasi penularan Covid di Makassar. Kasrudi memandang hingga pertengahan Agustus ini belum ada tanda-tanda positif penurunan grafik Covid.

“Pak Pj Rudy sibuk dengan dirinya sendiri, dua bulan kepemimpinan beliau belum ada tanda-tanda penurunan Covid-19. Jangan fokus pada pembangunan saja,” ketus Kasrudi di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (18/8/2020).

Kasrudi juga menyoroti tidak adanya tracking yang dilakukan Pemkot sehingga jelas kasus covid relatif stagnan. Selain itu, ia juga mendesak Inspektur Covid dihidupkan kembali seperti yang digagas Pj Wali Kota sebelumnya, Yusran Jusuf.

“Tidak jelas tracking. Tidak ada pemeriksaan. Tidak terprogram. Segalanya tidak terkonsep, yang ada hanya menghabiskan anggaran, seperti penyemprotan disinfektan. Saya mendesak Inspektur Covid hidupkan kembali,” tegasnya.

Dengan kenyataan yang ada, Politisi Partai Gerindra itu kemudian menarij kesimpulan bahwa Gubernur Nurdin Abdullah telah salah menunjuk pejabatnya untuk menakhodai kota Makassar

“Gagal pak Pj ini memimpin Makassar. Tidak jelas kategori zona merah atau warna apa kita ini. Coba saja ada tracking, bisa-bisa zona hitam kita ini. Gubernur telah salah tunjuk orang,” pungkas dia.

Komentar

Loading...