Sembuhkan Pasien Covid-19, Indonesia Gunakan 3 Kombinasi Obat

ILUSTRASI. Untuk mengobati pasien Covid-19, tenaga medis menggunakan beberapa kombinasi obat sesuai dengan pengobatan standar kasus ringan, sedang, dan berat. (ANTONOV/AFP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia hingga saat ini sudah nyaris mencapai 100 ribu orang. Untuk pengobatan pasien Covid-19, tenaga medis menggunakan beberapa kombinasi obat sesuai dengan pengobatan standar kasus ringan, sedang, dan berat.

Sedikitnya ada 4 kombinasi obat yang sesuai standar untuk pengobatan Covid-19. Yaitu kombinasi obat I (Azritomisin atau Levoflokasin, Klorokuin atau Hidroksiklorokuin, Ozeltamivir, vitamin). Kombinasi obat II (Azritomisin atau Levoflokasin, Klorokuin atau Hidroksiklorokuin, Favipiravir, vitamin). Kombinasi obat III (Azritomisin atau Levoflokasin, Klorokuin atau Hidroksiklorokuin, Lopinavir plus Ritonavir, vitamin). Dan kombinasi obat IV (Azritomisin atau Levoflokasin, Klorokuin atau Hidroksiklorokuin, Remdesivir, vitamin).

“Nah di Indonesia gunakan 3 kombinasi. Pilihan kombinasi keempat enggak ada. Remdesivir kita enggak pakai sejauh ini karena tak impor. Itulah yang sudah digunakan di Indonesia sejak mulai April,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia DR. Dr. Agus Dwi Santoso, Sp.P(K), FAPSR, FISR dalam konferensi pers virtual dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (18/8).

“Tata laksana ini sudah dikeluarkan profesi sejak awal April dan sudah diadopsi Kemenkes. Standar dari tanpa gejala sampai kritis. Dari pasien mulai tanpa gejala, ringan, sedang,” tambahnya.

Menurut dr. Agus mengobati pasien harus sesuai dengan hal itu agar bisa diberikan sesuai konsensus dan kesepakatan. Lalu pasien tanpa gejala cukup diberikan vitamin, baik tradisional maupun obat modern fitofarmaka, obat yang sudah dapat izin edar sebagai suportif,” jelasnya.

Lalu dari 3 macam kombinasi obat, mana yang lebih efektif? Menurut dr. Agus, sejauh ini belum ada riset yang membandingkan ketiganya.

“Tapi penggunaannya berdasarkan emergency used dari BPOM, artinya BPOM mengizinkan, kami laksanakan,” katanya.

Menurut dr. Agus, penggunaan 3 kombinasi obat itu, menunjukkan beberapa hasil kesembuhan pada sejumlah rumah sakit. Di Wisma Atlet 99,3 persen pasien sembuh dengan panduan yang dikeluarkan. Ada 1 kasus yg dirujuk dan 2 pulang.

Keemudian di RS Persahabatan, kasus ringan 100 persen kasus sembuh, kasus sedang 96,4 persen sembuh, kasus berat sebagian besar tak bisa sembuh, kasus kritis 79,6 persen meninggal. Dan ada pilihan tambahan obat lain pada kasus berat dan kritis.

“Yakni seperti Deksamethason, dan (pengencer) atau antikoagulan. Ada pilihan obat terapi lagi, plasma convalescent, stem cell bisa diberikan sesuai pemeroksaan. Pasien juga dapatkan nutrisi, dan alat bantu napas jika diperlukan dan terapi lain termasuk komorbid,” paparnya. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...