Alasan Mental, DPPPA Makassar Tak Beri Izin Nikah Anak di Bawah 19 Tahun

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pernikahan dini atau anak di bawah usia 19 tahun kini dilarang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar. Kesiapan Mental anak menjadi alasan utama.

Kepala DP3A, Tenri A Palallo menyebut, larangan itu telah diatur dalam Revisi UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Sehingga, izin nikah tidak akan diberikan apabila diketahui anak masih di bawah usia 19 tahun.

Tenri menambahkan, anak usia di bawah 19 tahun masih memiliki hak untuk menempuh pendidikan selama 12 tahun. Sangat disayangkan apabila anak tidak mendapat pendidikan hanya karena menikah. Meskipun sebagian ada yang melanjutkan.

“Tidak mengurus mengurus pernikahan anak usia 19 tahun ke bawah. Kecuali dia hamil,” katanya, Rabu (19/08/2020).

Sementara, lanjut Tenri, mereka yang sudah hamil mesti mempunyai rekomendasi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Rekomendasi diberikan dalam bentuk surat lalu diizinkan untuk menikah.

“Kehamilan itu dibuktikan dengan rekomendasi dari P2TP2A karena kami menyuruh mereka USG, kami panggil orangtuanya,” ujarnya.

Kata Tenri, kehamilan tidak dapat menjadi alasan bagi mereka untuk cepat menikah. Selain mendapat rekomendasi dari P2TP2A, ada prosedur yang mesti dijalankan sebelum melakukan prosesi pernikahan.

“Dia datang minta izin di kami, dia ke pengadilan, pengadilan mengirim rekomendasi ke kami untuk dikeluarkan berdasarkan Perma Nomor 5 Tahun 2019,” katanya.

Komentar

Loading...