Ekonomi Tak Terjun Bebas, Ini Jurus Pemerintah

ILUSTRASI gedung-gedung perkantoran di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku, pertumbuhan ekonomi masih sangat berpotensi ada di zona negatif. Pemerintah pun telah berkali-kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Terbaru, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahum ini di rentang –1,1 persen hingga 0,2 persen. Proyeksi sebelumnya yakni di kisaran –0,4 persen sampai 2,3 persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah terus memutar otak agar pertumbuhan ekonomi tidak turun terlalu dalam tahun ini. Salah satu caranya adalah dengan mempercepat penyerapan belanja pemerintah serta mengalokasikan anggaran program perlindungan sosial yang belum berjalan efektif.

Menurutnya, percepatan penyerapan belanja dapat menggantikan peran konsumsi rumah tangga dan investasi yang terkontraksi sangat dalam pada kuartal-II 2020. “Spending ini harus diarahkan ke multiplier yang besar sehingga pelemahan ekonomi tidak terlalu dalam,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (19/8).

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga akan merealokasi anggaran stimulus fiskal yang pada pelaksanaannya belum berjalan efektif. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk program-program perlindungan sosial yang baru. Misalnya, program bantuan subsidi gaji Rp 600.000 untuk pekerja dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan, ataupun program bantuan produktif lainnya.

“Dengan memberikan bantalan ini kita berharap tidak terlalu negatif, tapi memastikan bantalan untuk masyarakat yang paling penting, ini juga tantangan ke 2021, karena Covid-19 tidak hilang,” pungkas Febrio. (jpc)

Komentar

Loading...