Jadi Deklarator KAMI, Jenderal Gatot Nurmantyo: Kita Sakit Hati, Kondisi Sekarang Sudah Tak Normal


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Panglima TNI, jenderal purnawirawan Gatot Nurmantyo membeberkan alasannya tampil menjadi deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI setelah berdiam diri sejak 2017.

Gatot mengaku tidak bisa berdiam diri lagi saat mengetahui DPR sedang membahas Rancangan Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Saya terkejut begitu ada RUU HIP. Terkejutnya begini bahwa saya 38 tahun yang lalu saya pernah bersumpah. Inti sumpahnya, demi Allah saya bersumpah akan selalu setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” kata Gatot Nurmantyo dalam ILC TvOne, Selasa (18/8).

Meskipun sudah purnawirawan, Gatot mengaku masih terikat dengan sumpah itu sampai ajal menjemput kelak.

Gatot kemudian membeberkan kronologi terbentuknya KAMI. Awalnya, kata Gatot, ia bertemu dengan beberapa tokoh buntuk berdiskusi.

Gatot berdiskusi dengan Din Syamsuddin, Kaban, Abdullah Hemahua, Said Didu, Ahmad Yani, dan sejumlah tokoh lainnya. Dari diskusi kelompok kecil itulah muncul ide membentuk KAMI.

Gatot mengakui bahwa para tokoh KAMI memang sakit hati melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang memprihatinkan.

“Ini semuanya (tokoh KAMI) memang kita sakit hati. Sakit hatinya adalah dalam kondisi situasi seperti ini, kondisinya seperti ini. Maka kita bersama-sama menyampaikan suara hati nurani rakyat, kondisi sekarang ini tidak normal memang,” ucapnya.

Komentar

Loading...