Jatim Masih Darurat, Khofifah: Masyarakat Jangan Bahagia Berlebihan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (22/6). Foto: Aristo Setiawan/jpnn

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Jumlah positif COVID-19 di Provinsi Jawa Timur (Jatim) hingga Selasa, 18 Agustus 2020, mencapai 28.551 kasus. Dari jumlah tersebut, saat ini sebanyak 4.864 pasien atau 17,03 persen sedang dalam perawatan.

“Situasi COVID-19 di Jatim, secara kumulatif mencapai 28.551 pasien, sedangkan yang dirawat 4.864 orang,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Selasa.

Dari total kumulatif, kata dia, pasien yang dinyatakan telah sembuh mencapai 75,77 persen atau 21.635 orang. Kemudian, pasien COVID-19 meninggal dunia jumlahnya 2.055 orang atau 7,20 persen.

Khusus Selasa hingga pukul 16.00 WIB, ada tambahan kasus baru sebanyak 312 orang dinyatakan positif COVID-19, sedangkan 377 orang sembuh dan 18 orang meninggal dunia.

Terkait tingginya angka kesembuhan, ia mengucap syukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang berusaha maksimal memerangi virus corona. Menurut Khofifah, dengan kerja keras dan dedikasi semua pihak, diharapkan Jatim segera bangkit dan merdeka dari pandemi COVID-19.

Dalam 40 hari terakhir, Jatim juga mencatatkan angka kesembuhan tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia selama 31 kali.

Sementara itu, untuk meningkatkan pencapaian, baik di bidang kesehatan maupun ekonomi, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut menegaskan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas kesehariannya.

Khofifah meminta jangan sampai kesembuhan ini justru membuat masyarakat terlena dan abai karena bahaya masih mengancam. “Kepada masyarakat jangan bahagia berlebihan, sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat. Tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” tuturnya. (ant/jpnn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar