Kasus Dugaan Korupsi KPU Sulbar, Polisi Segera Tetapkan Tersangka


FAJAR.CO.ID, MAMUJU, FAJAR — Dugaan korupsi dana publikasi KPU Sulbar merugikan negara Rp1,8 miliar. Berdasarkan hasil audit BPKP.

Hasil audit telah diserahkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ke penyidik Polresta Mamuju, Selasa, 18 Agustus. Gelar perkara untuk menentukan tersangka bakal segera dilakukan.

“Saya belum bisa menyampaikan calon tersangka. Nanti setelah gelar perkara,” jelas Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Syamsuriyansah, Selasa, 18 Agustus.

Dia menambahkan, laporan hasil tersebut juga bakal dilaporkan ke Polda Sulbar. Termasuk bakal membuat tembusan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam bentuk Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Diketahui, penyidik kepolisian telah meminta keterangan terhadap 15 orang. Dari 15 orang tersebut, penyidik membidik tujuh orang calon tersangka. Polisi menduga, sejumlah pihak telah memainkan anggaran kegiatan belanja fasilitasi kampanye calon DPD yang nilainya mencapai Rp3 miliar lebih.

Proses tender juga diduga sengaja dibatalkan dan pihak KPU hanya menunjuk langsung agency tertentu. Padahal, menurut Syamsuryiansah, hal itu tidak perlu dilakukan karena semua penyedia barang dan jasa ada di Sulbar.

Ketua KPU Sulbar, Rustang juga masih enggang berkomentar terkait masalah itu. Kata dia, pihaknya akan rapat dulu bersama divisi hukum dan Parmas.

“Mohon maaf yah. Saya belum mau komentar dulu karena saya belum lihat, nanti salah, jadi saya bicarakan dulu dengan teman-teman di KPU,” kata Rustang.

Komentar

Loading...