Lima Negara Danai Megaproyek Sulsel, Bendungan Jenelata Jadi Prioritas

ILUSTRASI. Gubernur Sulsel saat melakukan peninjauan Bendungan Bili-bili

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Proyek strategis Pemprov Sulsel mendapat atensi pemerintah pusat. Beberapa megaproyek itu pun masuk dalam skema rencana tambahan utang luar negeri yang akan diajukan.

Tambahan utang luar negeri yang akan dilakukan pemerintah pusat mencapai USD5,04 miliar atau setara Rp73 triliun. Total anggaran ini untuk mendanai 31 proyek prioritas.

Proyek itu tertuang dalam lampiran Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor KEP.65/M.PPN/HK/06/2020. Proyek-proyek ini tersebar di berbagai Kementerian. Terbesar ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Total 31 proyek ini masuk dalam Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri (DRPPLN) 2020.

Di Sulsel ada beberapa proyek yang masuk skema tersebut. Seperti pembangunan bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa. Total dana yang dibutuhkan USD300 juta. Rencananya tambahan kebutuhan itu bersumber dari pinjaman dari China Exim Bank (CEXIM). Kemudian peningkatan peralatan dan fasilitas RS Pelamonia dengan kebutuhan USD10 juta dari pinjaman Hungaria.

Kemudian proyek bantuan navigasi Kementerian Perhubungan yang akan disebar di 18 provinsi. Termasuk Sulsel. Nilai pinjamannya USD67,225 juta yang bersumber dari Korea. Lalu proyek penguatan enam RS rujukan nasional termasuk RSUP Wahidin Sudirohusodo dengan total pinjaman USD261 juta lebih yang bersumber dari Islamic Development Bank (IsDB).

Menurut, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Leonard Tampubolon, 31 proyek tersebut merupakan usulan yang sudah dalam tahapan persiapan. Proyek-proyek ini memang sebagian besar di sektor infrastruktur.

Komentar

Loading...