Mulyono Merdeka

Rabu, 19 Agustus 2020 09:37

Sebelum beternak cacing, Mulyono berternak ikan. Berbagai macam ikan ia kolamkan: gurami, nila, lele, sampai ikan hias.

Sebelumnya lagi Mulyono giat mengembangkan pabrik pupuk organik. Pupuk kompos. Sampai saat ini Mulyono memiliki sembilan pabrik pupuk kompos. Termasuk yang di Wonogiri dan Lampung.

Ia tidak akan tertarik mendirikan pabrik pupuk kompos kalau tidak terancam dipermalukan. Yakni ketika awalnya Molyono jualan pupuk organik kecil-kecilan. Itulah pekerjaan pertama setelah lulus kuliah.

Ketika ia masih sangat muda. Saat baru lulus dari UNS Solo. Di universitas itu Mulyono mengambil bidang studi MIPA Kimia.

Saat menjadi mahasiswa kimia itulah Mulyono mengetahui soal perlunya mengembangkan pupuk organik. Tapi ia belum punya modal. Yang ia punya adalah semangat. Mulyono pun kulakan pupuk ke pabrik. Untuk disalurkan ke para petani.

Lama-lama Mulyono punya banyak pelanggan. Sampai-sampai pabrik pupuk organik yang ada tidak bisa memenuhi permintaannya.

Mulyono sempat bingung. Ia sudah menerima pesanan. Tapi tidak bisa mendapatkan pupuk dalam jumlah yang cukup.

Itulah yang mendorong Mulyono membuat pabrik pupuk sendiri. Itulah pabrik pupuk organik yang pertama yang ia punya.

Sukses. Bikin pabrik kedua. Sukses lagi. Bikin yang ketiga. Lagi-lagi sukses. Bikin yang keempat. Dan seterusnya.

Mulyono sampai punya formula sendiri untuk pupuknya itu. Kini beberapa peternak besar pun menggalang kerja sama dengan Mulyono. Agar Mulyono mau membuat pabrik pupuk di dekat peternakan itu. Dengan menggunakan formulanya.

Komentar


VIDEO TERKINI