Penyidik Cecar Djoko Tjandra Soal Lokasi Pelarian Hingga Sewa Jet Pribadi

Ilustrasi: Djoko Tjandra (baju orange) dikawal petugas kepolisian saat tiba di bandara Halim perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Penyidik Bareskrim Polri selesai melakukan pemeriksaan kepada Djoko Tjandra. Dalam pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 10.30 sampai 15.15 WIB, Djoko Tjandra dicecar 59 pertanyaan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, materi yang ditanyakan pertama terkait keluar masuknya Djoko Tjandra ke Indonesia selama ini. Penyidik mencari tahu lokasi mana saja yang dikunjungi Djoko Tjandra selama di tanah air.

“Kemudian yang kedua terkait penggunaan surat jalan yang selama ini menjadi pokok permasalahan, bahwasanya BJPU telah mengeluarkan surat jalan palsu,” ucap Awi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).

Penyidik juga menanyakan ihwal surat bebas Covid-19 yang diperoleh Djoko Tjandra. Penyidik mempertanyakan sudah digunakan untuk apa saja surat tersebut. Selanjutnya penyidik menanyakan terkait proses penghapusan red notice..

“Dan terakhir terkait dengan upaya yang bersangkutan selama keluar masuk Indonesia menggunakan pesawat pribadi private jet terkait dengan penyewaaannya, nyewa di mana itu didalami juga,” pungkas Awi.

Sebelumnya, setelah terungkap adanya surat jalan untuk Djoko Tjandra, kali ini kembali tersiar kabar jika Divisi Hubungan Internasional Polri menerbitkan surat penghapusan red notice. Surat tersebut tercatat dengan nomor B/186/V/2020/NCB.Div.HI tertanggal 5 Mei 2020, ditandatangani oleh Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Wibowo.

Komentar

Loading...