Perahu Retak di Pilkada, Parpol dan Kader Berseberangan

Ilustrasi Pilkada

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Kandidat bisa saja mendapatkan parpol sebagai perahu. Namun, kadernya memilih mendukung figur lain.

Kondisi ini sebetulnya sudah jamak terjadi. Dukungan partai tak linier dengan keinginan kader. Akibatnya, parpol dan kader berhadap-hadapan. Perahu pun retak.

Pada Pilkada Makassar, Wakil Ketua PDIP Makassar, Beni Iskandar, terang-terangan mendukung bakal calon Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Padahal, DPP PDIP telah menyatakan dukungan kepada paslon Syamsu Rizal-Fadli Ananda.

Ketua PDIP Makssar Andi Suhada Sappaile pun menyatakan telah memanggil secara khusus Beni Iskandar. Yang bersangkutan mengakui dukungannya kepada kandidat lain. Tentu pilihan itu ia pertanggungjawabkan.

“Atas pilihan itu, Pak Beni menyatakan siap menerima konsekuensi,” kata Suhada, kemarin.

Wakil Ketua II DPRD Makassar ini pun menegaskan telah menyurati PDIP Sulsel untuk memberikan sanksi berupa pemecatan. Seharusnya, kata Suhada, para kader mendukung keputusan DPP. Dalam hal ini Dilan, akronim Syamsu Rizal (Deng Ical)-Fadli Ananda.

Adapun Beni Iskandar saat dikonfirmasi terkait sikap partai yang ingin memberi sanksi, dirinya enggan berkomentar. “Saya no comment dulu, Dik,” elaknya.

Setali tiga uang, Hanura juga diterpa isu keretakan dukungan. Secara kelembagaan, partai ini mendukung Dilan, namun sejumlah kader diidentifikasi lebih mendukung paslon Munafri Arifuddin (Appi) – Abdul Rahman Bando.

Sikap internal yang belum solid dalam mendukung Dilan ini pun dikritik langsung Wakil Ketua Hanura Sulsel, Amrullah Djaya. Pengurus Hanura Makassar dinilainya tak serius, terutama para kader. Karenanya, ia akan meminta instruksi tegas dari DPP.

Komentar

Loading...